* Berbesar Hati Saja *

Walaupun asing bagiku, tapi aku selalu berbesar hati dan selalu belajar untuk selalu mandiri. sesuatu yang benar- benar membuatku menangis…

malam itu hanya aku dan baby dirumah, dengan segenap kesibukan usaha warnet aktivitas sehari-hari dan kebetulan misua ada kegiatan di yogya.

sulit untuk diungkapkan, saat-saat seperti itu batin bergejolak ingin slalu dekat ibu, pencerahan dan tangan lembutnya slalu memanjakanku

tapi itu hanyan angan, kondisi yang harus jauh dari ibu ikut suami… ujan turun deras semua pintu sudah dikunci rapat..anak ku tersayang sakit. demamnya sangat tinggi semalaman anakku ngga bisa tidur hidungnya tersumbat karna flu, aqilah akan tidur kalau digendong mama, dan akhirnya aku pun semalaman mengendong, campur suasana panik suhu badan aqilah trus panas.

saat saat itu aku benar benar sendiri…ga tau kemana itu saudara, kemana itu rekan tak satupun menemaniku saat itu, suami sudah mengatakan pada  segenap rekannya (maklum soalnya aku bukan asli daerah ini) “titip anak istri, aqilah masih demam, besok saya akan keyogya”.

aku rasa sudah cukup perkatan itu…sampai tengah mlm dan keesokan hari tak satupun rekanny berkunjung, malah tetangga merasa prihatin, pukul 5 pagi aqilah diam stelah semalaman menagis trus sampai kelopak matanya merah jam 5 pagi ku ajak aqilah berjalan didepan rumah, ternyata tetangga ku menunggu “mba aqilah rewel ya?”  “iya mba aqilah lagi sakit” trus papanya kemana? ” papanya lagi keyogya” lho ko ga bilang (ya yg diutamakan kan rekan suamiku dulu soale rumahnya juga ga jauh ko?

peristiwa itu selalu membuatku tambah mengerti, tambah membesarkan hati dan janji dalam hatiku…AKU BISA

– teman-teman ku yang kucintai, jika kita jauh dari keluarga yg selama ini slalu menyayangi kita dengan penuh sepenuh hati, dan harus ikut suami yang harus tinggal didaerahnya yang asing bagi kita, punya anak yang baru 1, belum ada pengalaman sama sekali yang masih butuh banyak bimbingan dari orang tua ternyata kita tidak dapatkan dari pihak lain…berbesar hati lah…

selalu berdoa pada allah utuk selalu melindungi kita dimana pun kita berada, anggaplah tetangga yang sebaya ibu kita menjadi ibu kita sendiri insyaallah jauh lebih membimbing kita saat kita jauh dari ibu kandung kita…

sedikit kesimpulan bahwa, ibu orang belum tentu setulus ibu kandung, belum tentu secinta ibu kandung. selagi dekat dengan ibu sebelum menikah dan harus jauh peluklah ibu sesering mungkin

kasih ibu sepanjang masa…

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s